A Week Real Theater (Chapter 1: Is Innocent Boy Attracted Her?)

Published October 5, 2014 by alexajung

Title: A-Week Real Theater
Author: alexajung
Cast: BTS’s Park Jimin, Jung Hyerin, another BTS members
Genre: School life, fluff
Rating: PG-13
Length: Chapter (1/7)
Summary: Noona, who’s the boy who you loved?
(Chapter 1: Is innocent boy attracted her?)

Jimin memasuki lapangan basket indoor dengan muka penasaran. Biasanya, sore hari seperti ini tim basketnya sudah bersiap-siap untuk latihan. Suara bola akan bergema ke seluruh ruangan, teriakan teman-temannya akan terdengar hingga ke luar tembok sekolah, dan handphone-nya tidak akan berhenti berdering.
Anehnya, kali ini suara-suara tersebut digantikan dengan suara orang-orang yang sedang berdiskusi. Tidak biasanya seperti ini, pikir Jimin.

KREEEEKKKK…

Jimin membuka pintu dan…

Berpasang-pasang mata memandang ke arahnya. Orang-orang di dalam ruangan itu duduk di lantai. Di pojok ruangan, sekelompok senior sedang menggambar berbagai bentuk kotak. Di sisi ruangan, anak-anak klub literatur sedang mencoret-coret bundelan kertas. Tepat di tengah ruangan, Kim Namjoon, sang presiden sekolah, sedang mencoret-coret sebuah daftar panjang.Ada beberapa anak klub basket disana, namun jumlahnya hanya segelintir. Jimin mengenyit, menyadari bahwa mereka tidak sedang bersiap untuk latihan.

Seseorang tiba-tiba saja menariknya duduk. Gerakannya terlalu tiba-tiba hingga dia tidak memiliki kesempatan untuk mengelak.

“Hyung, kau datang di saat yang tepat,” ujar laki-laki disampingnya, orang yang tadi menariknya.

Jeon Jungkook, mata Jimin melebar mengenali laki-laki itu. Dia juga bukan anggota klub basket. Kenapa terdapat lebih banyak anak yang bukan anggota klub basket disini?

“Kau belum tahu kalau latihan basket diliburkan, Hyung?” Jungkook seakan dapat membaca pikiran Jimin.

Jimin menggeleng.

“Apa handphone-mu kehabisan baterai lagi?” tanya Jungkook.

“Tidak. Hanya saja… handphone-ku disita guru,” jawab Jimin. Sedetik kemudian dia menyadari kenapa handphone-nya tidak berdering heboh seperti biasanya.

Jungkook geleng-geleng kepala. “Mulai hari ini hingga awal Desember, persiapan theater dilakukan di lapangan basket indoor. Kegiatan klub basket diliburkan selama persiapan theater. Namjoon hyung sudah mengirim pesan ke semua anggota klub basket tadi,” jelasnya.

Jimin mengangguk-angguk. Sekolah mereka memang biasa mengadakan pertunjukan seni pada akhir tahun. Jimin tahu bahwa theater bukanlah keahliannya. Dia tidak bagus dalam menghafal dialog. Ditambah lagi, guru theater sendiri mengatakan bahwa Jimin hanya memiliki dua ekspresi, yaitu tersenyum dan mengantuk. Dia tidak akan bisa berakting jika dia hanya memiliki dua ekspresi.

“Ah ya sudah, aku pergi dulu ya, Kook.”

“Tunggu Hyung, dengarkan aku dulu,” Jungkook menarik baju Jimin, tepat sebelum laki-laki bermata kecil itu beranjak dari tempatnya. “Namjoon hyung ingin kau menjadi penyanyi.”

“Jangan bercanda, Jungkook-ah. Ini perisapan theater, bukan band atau sejenisnya.”

“Theater kali ini bertema drama musikal. Kau tanya saja pada Namjoon hyung jika tidak percaya.”

“Yah, terserah lah. Asalkan tidak ada dialog dan sejenisnya, aku mungkin bisa. Ngomong-ngomong, kau sendiri jadi apa Kook? Aktor?”

“Aku mengurusi bagian dekorasi. Tapi aku hanya bertugas membeli barang-barangnya saja.”

“Oh begitu. Siapa saja yang masuk kru dekorasi?”

“Jin hyung, Hyunwoo hyung, Hyerin noona, Sangmi…”

“Apa? Coba kau ulang sekali lagi,” potong Jimin. “Noona… siapa?”

“Hyerin noona,” ujar Jungkook.

“Hyerin noona… perempuan yang aku kira teman sekelasmu itu?”

“Iya, dia orangnya,” ujar Jungkook.

Ya, satu pertemuan konyol yang terkenang bagi Jimin. Beberapa hari yang lalu, dia datang ke kelas Jungkook untuk meminta makanan. Hyerin ada disana, dia sedang membicarakan theater dengan Jungkook. Jimin dengan seenaknya mengatakan bahwa Hyerin kelewat mungil untuk bersanding disamping Jungkook. Dan sungguh di luar dugaannya, perempuan itu mendampratnya habis-habisan di depan junior-juniornya.

Keesokan harinya, Jimin baru menyadari bahwa Hyerin adalah seniornya. Dia ingin sekali meminta maaf, namun ketika dia menemui Hyerin, perempuan itu malah menjadikan tinggi badannya sebagai bahan lelucon. Berbeda sekali dengan perlakuannya kemarin.

Seharusnya Jimin senang karena masalahnya selesai begitu saja, namun dia malah merasa senang karena penyebab lain. Jimin tidak benar-benar mengerti apa sebabnya, hingga Hyerin mulai sering datang ke kelasnya. Perempuan itu sering datang sebelum pelajaran dimulai dan saat istirahat siang. Tujuannya selalu sama, yaitu untuk menemui Taehyung. Ada saja yang mereka lakukan. Membicarakan theater, menggambar, bahkan makan bersama.

Saat itu, keinginan Jimin untuk mengunci Taehyung di toilet guru sangatlah besar. Saat itu juga dia baru menyadari bahwa dia cemburu.

“Dimana… hmm… Hyerin noona?” tanya Jimin ragu. Jungkook tidak menjawab, namun dia jarinya menunjuk pojok ruangan.

Jimin melihat perempuan cokelat duduk disana. Dia terlihat tenggelam diantara tinggi badan teman-temannya. Disampingnya, seorang perempuan berambut pirang menunjuk-nunjuk sebuah sketsa. Jimin tersenyum ketika Hyerin memperhatikan temannya. Poninya bergerak-gerak lucu ketika dia mengangguk.

“Oh, aku hampir lupa kalau aku harus berbelanja dengan Hyerin noona. Terimakasih sudah mengingatkanku, Hyung,” Jungkook bangkit berdiri dan berlari pergi.

Apa? Belanja? Hari ini?

“Namjoon hyung!” Jimin melompat berdiri, kemudian menemui laki-laki yang duduk di tengah lapangan.

Namjoon tidak menengok ataupun memandanginya, tapi Jimin tahu bahwa Namjoon mendengarkannya. Hal seperti ini memang sering terjadi jika Namjoon sedang fokus dengan pekerjaannya.

“Hyung, Jungkook bilang kau ingin aku menjadi penyanyi, apa itu benar? Apa lagu yang harus kunyanyikan? Jika belum ada, bolehkah aku pulang sekarang? Aku tidak dibutuhkan saat ini, bukan?”

“Jimin-ah, bisakah kau ajukan pertanyaan satu persatu?” Namjoon menggaruk dagunya dengan ujung pensil.

“Baiklah, langsung saja ke inti masalahnya. Bolehkah aku pulang sekarang?”

“Kau datang terlambat tapi kau ingin pulang paling awal?” Namjoon kembali mencoret daftar panjangnya. “Tidak. Sana kaubantu Suga hyung mengkomposisi lagu.”

“Apa? Suga hyung bisa melakukannya sendiri! Aku sudah sering melihatnya membuat lagu sendirian. Lagipula, Suga hyung pernah bilang agar aku jauh-jauh dari proses pembuatan lagu. Dia bilang aku mengganggu,” Jimin kembali membombardir Namjoon.

“Sesungguhnya, kenyataannya memang begitu,” Namjoon mengetuk-ngetukkan ujung pensil pada dagunya. “Tetap tidak. Dekati saja dia dan lihat lagu seperti apa yang akan kau nyanyikan.”

“Hyung, tolonglah. Aku harus pulang sekarang,” Jimin memohon-mohon.

Hening sesaat. Jimin berpikir apakah dia harus melakukan aegyo untuk menarik perhatian Namjoon, lalu berlutut di hadapannya untuk menyakinkan bahwa ini adalah situasi genting.

“Lakukan saja apa yang kukatakan,” ujar Namjoon.
Jimin merasa agak kesal, hampir saja dia merobek daftar Namjoon, sebelum matanya menemukan sebuah nama yang sangat dia kenal di dalamnya.

Oh Jiae – kostum, dekorasi
Park Ahri – kostum, properti
Park Jimin – musik (penyanyi)
Shim Chaejin – musik (instrumen), editor naskah
Song Hyerin – musik (instrumen), dekorasi

Jadi, Hyerin noona akan satu tim denganku juga?

“Menyebalkan,” cibir Jimin.

Namjoon mendongak ke arah Jimin. Samar-samar dia dapat melihat bibirnya yang mengerucut, persis seperti anak kecil yang sedang merajuk. Dia mengawasi Jimin yang terseok-seok menemui Suga di dekat panggung.

Namun beberapa detik kemudian, dia melihat Jimin menghilang dari balik kerumunan. Dia menyipitkan matanya. Badan Jimin memang pendek, sehingga dia kadang tidak terlihat diantara anak-anak yang berbadan tinggi besar. Namun dia ingin memastikan bahwa…

Namjoon melihat seorang laki-laki menyambar tas dan berlari melewati pintu belakang.

“PARK JIMIN, KEMBALI KAUUUUU!!!”

***

Jimin hampir tidak bisa bernafas ketika bersembunyi dibalik tembok belakang sekolah. Hanya ini yang bisa dia lakukan untuk menghindari Namjoon — yang sepertinya sedang bergerilya mencarinya. Dia keluar sepuluh menit kemudian, megap-megap mencari udara, dan berlari mengekori Hyerin.

Jimin memandang jalan setapak didepannya. Di kanan-kiri jalan, terdapat toko-toko mungil yang menjual berbagai macam barang. Bunga, kain, kerajinan tangan, peralatan menggambar, dan entah apa lainnya.

Sesekali dia bersembunyi dibalik pepohonan atau gang. Walaupun Jungkook dan Hyerin terlihat tidak menyadari kehadirannya, namun teman-temannya berlalu-lalang setiap waktu di jalan tersebut. Tim kostum yang sedang mencari bahan, junior yang baru saja selesai kegiatan klub, dan lain-lain.

Wanita berambut cokelat itu keluar dari toko bunga bersama dengan Jungkook. Dari belakang, badan kecilnya terlihat kontras dengan badan Jungkook yang tinggi. Jimin benci mengakuinya, tapi… mereka terlihat serasi. Ditambah lagi, mereka cukup dekat.

Iri? Bisa ditebak.

Jimin mendekat untuk menguping pembicaraan mereka.

“Noona, kasir toko tadi memberiku sesuatu,” ujar Jungkook.

Tentu saja Jungkook, dia memberimu kembalian, batin Jimin.

“Apa itu?” terdengar suara lembut bertanya.

“Mawar. Coba lihat,” ujar Jungkook.

Sepersekian detik kemudian, telinga Jimin panas oleh suara tawa Jungkook dan Hyerin. Belum lagi, Hyerin memberikan pujian yang tidak ada habisnya pada mawar itu, dan pada Jungkook yang mau memberikan bunga itu padanya.

“Mungkin Ahjumma itu menyukaimu.”

“Tidak juga. Dia malah berkata, ‘berikan ini pada kekasihmu. Kalian terlihat lucu.’”

Hyerin malah tertawa semakin keras. “Sepertinya dia mengira kita sepasang kekasih, Jungkook-ah.”

“Oh, jadi begitu,” ujar Jungkook. “Tidak masuk akal, ya. Lebih tidak masuk akal daripada Ahjussi di toko aksesoris tadi. Kau ingat dia, Noona? Dia mengira kita akan bertunangan.”

Tangan Jimin sudah gatal ingin menggaruk-garuk tembok.

“Aku ingat sekali. Padahal kita masih memakai seragam sekolah. Mungkin itu semua karena kau terlihat tua dari usiamu, Jungkook-ah,” canda Hyerin.

“Kau juga tidak berkembang sesuai usiamu, Noona. Noona tahu bukan, kalau pertumbuhan perempuan berhenti di usia 19 tahun? Kenapa Noona berhenti di usia yang lebih dini? Apa…”

“Yak! Jeon Jungkook!” teriak Hyerin.

Terdengar suara tawa Jungkook dan derap langkah yang begitu cepat. Jimin dengan setengah hati mengikuti mereka dari belakang. Berbagai macam rutukan tidak henti-hentinya datang dari mulutnya. Dia kesal karena mereka berdua semakin dekat, dan dia jauh lebih kesal lagi karena jalan semakin ramai. Dia harus ekstra hati-hati untuk mengawasi mereka berdua.

Jimin berhenti dibalik pohon dan melihat Jungkook yang berhenti di taman kota dan merelakan diri untuk dicubiti Hyerin.

“Kau tahu? Hoseok sering mengatakan bahwa kau tidak sepolos kelihatannya. Kupikir dia ada benarnya.”

Jungkook berteriak keras ketika Hyerin mencubiti pipinya, menyisakan bekas merah yang sangat kentara.

“Tapi itu bukan berarti Noona bisa memperlakukanku seperti ini,” protes Jungkook sambil mengelus-elus pipinya.

“Ngomong-ngomong tentang Hoseok, dia bilang dia sering berlatih dance denganmu. Apa itu benar?”

Jimin tidak mendengar jawaban Jungkook, tapi dia yakin laki-laki itu pasti menangguk, karena beberapa detik berikutnya, Hyerin memintanya untuk menunjukkan salah satu gerakan dance. Jungkook menolaknya, dengan alasan malu jika orang-orang yang lewat melihatnya.

Sepanjang jalan, mereka membicarakan banyak hal. Dance, rencana dekorasi panggung, guru galak, hingga pengalaman masa kecil. Jimin bersyukur karena dia dapat mengenal Hyerin lebih jauh, walaupun dengan konsekuensi telinganya panas.

Dalam hati dia bersyukur dia hanya buruk dalam menghafal dialog drama, bukan dialog yang lain. Jika tidak, dia tidak akan tahu bahwa Hyerin satu kelas dengan Hoseok, dia benci matematika, dia takut pada serangga, dia menyukai permen karet, dia bermimpi untuk menjadi pemain piano profesional, dan dia ingin menendang Jungkook ke danau karena laki-laki itu memberinya laba-laba mainan beberapa menit yang lalu.

Langit sudah mulai didominasi warna jingga ketika mereka kembali ke sekolah. Ada banyak sekali bungkusan barang di tangan mereka. Tapi anehnya, mereka masih dapat berjalan sambil membawa es krim dan makanan manis. Benar-benar seperti anak kecil.

“Hei, aku sangat merindukan saat-saat dimana kau sering datang ke rumahku.”

Apa?

“Maaf Noona, kegiatan klub dan pelajaran tambahan benar-beanr membuatku tidak bisa pergi kemana-mana. Tapi aku janji aku akan sering-sering ke rumah Noona setelah pertunjukan seni selesai.”

“Benarkah? Ibuku sudah sangat merindukanmu.”

Ibu Hyerin Noona mengenal Jungkook?

Jungkook mengangguk. “Aku janji. Jangan lupa ajari aku cara membuat bulgogi, oke?”

Hyerin mengangguk. “Jangan lupa ajak hyung-mu juga. Ibuku sering sekali menanyakan kalian.”

Hah? Bahkan kakaknya juga?

“Manusia itu… dia selalu sibuk dengan kuliahnya. Mungkin dia hanya bisa datang dua hari saat liburan musim dingin.”

“Yah, setidaknya kalian datang. Kau tahu? Ibuku menanyakan kalian seakan-akan kalian adalah anaknya, bukan anak rekan kerjanya.”

Ah, jadi orang tua mereka adalah rekan kerja, pikir Jimin. Mungkin mereka sudah mengenal sangat lama, sehingga mereka terlihat tidak canggung satu sama lain.

“Begitulah jika kau menjadi anak idaman orangtua.” Jungkook tersenyum bangga. Hyerin menanggapinya dengan mengoleskan krim roti pada pipinya.

Jimin memandangi mereka yang berjalan menuju sekolah. Dia masih ingin mendengar percakapan mereka. Namun alih-alih mengekori mereka, dia memilih untuk berbalik menuju rumahnya. Dia yakin Namjoon masih ada di sekolah. Masuk ke sekolah sama saja dengan menyerahkan diri untuk menjadi bulan-bulanan Namjoon. Mereka mungkin bisa memiliki hubungan lebih dari itu, tapi sepertinya untuk saat ini, mereka hanya sebatas anak dari dua rekan kerja.

Laki-laki bermata sipit itu melangkahkan kaki menuju luar gerbang. Mungkin mereka memang akrab, tapi selagi mereka tidak punya hubungan khusus, mungkin aku masih bisa mendekati Hyerin noona…

Advertisements

Addicted with Kpop? Go Click This Sites!

Published June 28, 2014 by alexajung

Kalian pasti udah nggak asing lagi sama situs semacem allkpop, kpopstarz, soompi, sama daily kpop news. Yap, semua itu situs buat nyari berita tentang artis Kpop. Kadang dorongan buat nyari info tentang artis favorit emang ga tertahankan yak. Hehe… apalagi, kalo lagi males ngartiin  ke bahasa Indonesia, udah ada situs-situs kayak koreanindo dan koreanwaveindo yang nerjemahin berita-berita itu ke dalam bahasa Indonesia.

Pernah ngerasa bosen gara-gara mantengin berita terus? Situs dibawah ini direkomendasiin banget buat dibuka. Well, check this out!

 

Newbie?

“Gue minder ikut gathering. Gue belom lama kenal Kpop”, “temen gue lagi suka sama Kpop, dari pagi dia cerewet terus nanyain arti ini-itu”. Pernah atau malah lagi ngalamin hal semacam itu? Maybe this sites can help you out…

Review
Penasaran sama skill idola kalian? Well, coba kita denger pendapat dari mereka…

  • popreviewsnow bakal ngasih kalian penilaian secara keseluruhan tentang vokal, album, atau lagu si penyanyi. Kadang-kadang dia juga nulis opininya sendiri tentang Kpop.
  • kpopvocalanalysis bakal ngasih gambaran detail tentang vokal penyanyi Kpop, mulai dari jenis suara, range vokal, kelemahan dan kekuatan vokal penyanyi, bahkan sampe video perform terbaik dari si penyanyi. Kayaknya dia fokus buat menilai skill vokal si penyanyi, dan ga bakal menilai album atau lagu. Ini blog review yang paling aku suka, karena analisisnya detail banget.
  • terywj lebih banyak menilai lagu. Dia menilai mv, rap, dance, vokal, sama penampilan dengan range 0-10. Dia juga ngasih penjelasan singkat tentang penilaiannya.

Fashion

Well, I’m currently in love with fashion! Kpop fashion terutama, karena mereka sering pake hiphop style atau kasual, dan paduan fashion mereka bikin mereka keliatan keliatan fresh dan cute. Sama kayak fashion blogger yang biasa nulisin brand apa dan dimana mereka beli, admin di situs-situs dibawah juga ngelakuin itu. Bedanya, kadang mereka ngasih tau harga juga. Jadi, buat yang pengen punya baju yang sama kayak idol kalian, kalian bisa nabung dari sekarang. Hati-hati, jangan sampe kalian kehabisan barang sebelum beli!

Wanna Have Fun?

Lagi bingung gara-gara artis favorit kena skandal? Galau nungguin comeback? Atau malah lagi bete banget sama tugas yang nggak ada abisnya? Lupain bentar yok. Ini mungkin bisa bantu buat ngelupain

  • Meme Kpop Indonesia suka Meme Comic Indonesia? Mungkin kalian bakal suka ini juga
  • BAP Memes meme about B.A.P, written in English
  • Kaoskakibau owner web ini sering banget bikin review nyeleneh tentang MV Kpop. Well, gue pribadi berpendapat humornya agak garing, tapi gue suka keberanian dia buat nggak nulis segala sesuatu dengan terlalu serius.

Punya Rahasia Soal Kpop?

“Duh males banget sama grup A, mereka keliatan sombong”, “ini drama ngebosenin banget. Realistis dikit kek”, “masalah fandom lagi? Go to hell”. Punya uneg-uneg soal Kpop tapi takut jadi bulan-bulanan kalo ngomongin di sosial media atau didepan temen? Tulis aja di situs-situs dibawah. Jangan lupa baca peraturannya dulu, ya. Soalnya ada beberapa situs yang mengharuskan kalian buat mencantum alasan kalian mengirim rahasia itu. Tapi, gunakan situs-situs ini dengan bijak, ya!

Fanfiction

Apa sih fanfiction itu? Singkatnya, fanfiction adalah cerpen atau cerbung yang dibuat oleh fans dengan tokoh-tokoh berupa idola mereka sendiri. Fanfiction biasa disingkat FF, fanfic, atau fic. Nggak ada aturan khusus dalam nulis FF, kalian bebas aja dalam eksplor imajinasi kalian. Well, kalo kalian mau baca atau ngirim FF kalian, bisa lewat beberapa situs ini.

  • Superjuniorff2010 Blog FF tentang Suju. Aku paling suka sama author ddangkoma25 sama auhtor shalof. Btw, adakah yang  tau penname baru ddangkoma25? Soalnya aku liat di list author SJFF2010 udah ga ada dia T.T
  • Shiningstory Blog FF tentang SHINee. Cerita-cerita dari author Chandra Shinoda direkomendasiin banget buat dibaca!
  • Hangukffindo Kak Dira, owner dari Hangukffindo, adalah satu-satunya author di blog itu. Author Dira ga cuma fokus dengan satu grup aja. Dia nulis FF tentang BTS, EXO, SHINee, dll. Btw, karena blog ini sifatnya pribadi, Hangukffindo ga nerima FF kiriman.
  • Indofanfictkpop Disini, kalian bisa nemuin dan ngirim FF dengan tokoh dari grup manapun. Mau Suju, SHINee, SNSD, Secret, 2NE1, dll semua ada disini
  • Asianfanfics Situs ini udah terkenal banget sebagai gudangnya FF Kpop. 98% FF ditulis dengan bahasa Inggris. Jangan khawatir, kalau dibandingkan dengan LiveJournal, FF di AFF masih jauh lebih mudah dimengerti. Kalian juga bisa dengan mudah nyari orang-orang yang bisa bikin poster, video trailer, me-review FF kalian (tapi FF-nya dalam bahasa Inggris ya), atau jadi beta reader kalian (orang yang menilai dan mengoreksi FF sebelum FF dipost).

Imagine

Imagine ada yang berupa gambar yang kemudian dikasih caption, ada juga yang berupa narasi singkat, ada juga yang bentuknya kayak FF. Yang membedakan imagine dengan FF, imagine itu tokohnya diganti jadi ‘you’. Kalian bisa nyari imagine disini:

 

Well, dunia fangirling itu luas banget ya? >.< Adakah yang pengen nambahin situs-situs yang menurut kalian recommended? Just leave a comment 🙂

How Did I Know Kpop?

Published May 22, 2014 by alexajung

Kelas 7 SMP, temen sekelasku ada yang cinta mati sama Lee Minho. Dia suka banget sama drama Boys Before Flower. Waktu itu, aku cuma ngeiyain aja waktu dia cerita tentang BBF. Saat itu, yang ada di pikiranku cuma satu, BBF itu film dengan aktor dan aktris yang namanya susah buat diinget. Udah, sesimpel itu. Temenku itu ga tau tentang Kpop. Dia cuma suka drama, itupun juga cuma BBF. Dia sampe ngoleksi semua OST, foto-foto, dan tau berapa kali BBF diputer di TV.

Tapi walaupun gitu, dia punya 3 MV Kpop. Yang satu aku ga inget apa, yang satunya MV yang ada Kimbum-nya kalo ga salah. Satunya lagi MV Super Junior – Sorry Sorry. Aku diliatin dikit yang Kimbum itu, dia bilang MV itu bagus, tapi ada adegan kissnya (waktu itu aku sama temen-temenku masih innocent banget. Kalau ada adegan ciuman, baju yang modelnya terbuka, dll bakal langsung diskip. Bener-bener jaga diri sama jaga temen lah. Jadi kangen masa-masa itu). Terus beralih ke Super Junior, aku cuma diliatin awalnya. Aku agak kaget, soalnya ada gambar mata satu. Aku kira ada apa-apanya, tapi ternyata gambar itu ga berpengaruh sama videonya.

Aku dikasih semua video itu dan aku tonton di rumah.  Well, aku ga bisa bohong kalau MV Super Junior itu keren banget! Seumur-umur baru kali itu aku liat grup yang bisa nyanyi sambil dance. Mana dancenya ga simpel. Anggotanya juga banyak tapi dancenya ga berantakan. Aku samasekali ga kepikiran kalau Super Junior itu grup Korea, aku pikir mereka dari Jepang. Yah gitulah kalau orang ga tau apa-apa soal Korea. Hehe. Sayangnya, ga lama setelah itu, komputerku rusak dan aku ga bisa lagi nonton MV lagi -_-

Kelas 8, aku liat MV Super Junior – No Other di TV, dan tiba-tiba aku keinget sama MV Sorry Sorry. Aku ngerasa ada yang beda. MV kali ini colorful, tapi orangnya kayak ada yang ilang. Aku download MV No Other itu, terus aku simpen di laptop. Hari-hari selanjutnya, aku minta OST BBF ke temenku yang cinta mati sama Lee Minho itu (dia masih suka BBF, bahkan kali itu dia mulai nyari-nyari drama Lee Minho yang lain). Aku suka banget lagu SHINee yang Stand by Me! Stand by Me jadi lagu Korea pertama yang aku inget liriknya dari awal sampe akhir.

Aku mulai penasaran sama Suju. Abis sekolah, aku sering hotspotan buat nyari info. Aku nggak punya temen yang suka Kpop di sekolah ataupun di rumah, jadi aku seneng banget waktu nemu blog-blog yang ngebahas soal Suju. Ditambah lagi, fans Suju lumayan banyak, jadinya aku bisa nanya-nanya. Aku juga nemu blog FF, dan itu bikin aku makin betah buat lama-lama internetan. Pernah suatu saat ada temenku yang titip laptop, dan aku iseng bukain datanya. Ternyata dia punya satu folder yang full Suju. Lagu dari album, CF, variety, cover, dll semuanya dia punya. Dia juga punya banyak foto Suju, Kyuhyun khususnya. Tapi sampe sekarang aku nggak tau dia ELF atau bukan, karena dia keliatan ga mau nunjukin itu.

Mulai ngerti tentang Suju, aku beralih ke SNSD. Suju sering dipasangin sama SNSD kan? Nah, karena itu  aku penasaran sama mereka. Aku cuma butuh waktu 3 hari buat ngehafal semua member Suju, tapi buat SNSD sampe seminggu lebih -_- padahal kalo dipikir SNSD kan cuma 9 orang, sedangkan Suju 13. Kalo ditambah Henry-Zhoumi jadi 15 -_- aneh emang. Tapi ya udah, lupakan.

Beberapa hari browsing SNSD, aku jadi penasaran sama SM entertainment, agensi Suju sama SNSD. Aku kaget karena mereka ternyata seniornya SHINee. Abis itu, aku aku liat ada KKN yang lagi buffer MV Bigbang – Haru Haru di sekolah, dan itu bikin aku gatel pengen browsing lagi. Aku penasaran gara-gara ga liat nama grup itu di list SMent. Abis itu, aku mulai kenal sama Bigbang, 2NE1, f(x), DBSK, dll.

Waktu berlalu dan… aku samasekali nggak nyangka aku udah beberapa tahun suka Kpop. Sampe post ini dibuat, aku lagi suka sama EXO, BAP, sama BTS. Well, adakah yang pengen nanyain fandomku? Aku milih buat no fandom 🙂 Aku dulu pernah punya fandom, tapi kemudian aku males sama urusan fandom-fandoman. Suka musiknya ada udah cukup buatku *V sign*

Btw, I have a bunch of biases. kkk wanna know them? Here they are:

EXO – Luhan
BAP – Daehyun, Yongguk
BTS – Jimin
Suju – Yesung, Henry
SNSD – Taeyeon
f(x) – Amber, Krystal
SHINee – Onew, Minho
DBSK – Junsu, Yunho (i know, some people call them JYJ and Homin, but i wanna use DBSK instead)
Hello Venus – Ara
CSJH – Dana, Stephanie
AKMU – both of them
Bigbang – Daesung, G-Dragon
2NE1 – Minzy
BEAST – Gikwang
4minute – Hyuna
Apink – Eunji
Soloist – Ailee, Huh Gak

Daftar diatas ga diurutin sesuai grup yang most favorite sampe least favorite. Aku cuma nulis apa yang keinget di otakku. Well, ini ceritaku, gimana dengan kalian?